Kamis, 16 Agustus 2007

Untuk apa belajar susah-susah?

Alkisah di sebuah siang yang panas di kota Bandung, seorang bocah sedang berjalan di bawah terik matahari. ceritanya si bocah ni lagi jalan di daerah Pasteur yang dulu begitu teduh, namun kini keteduhan hilang digantikan oleh kekokohan jalan layang.

Seperti yang telah kita ketagui bersama saudara-saudara, di Bandung kota kembang ini begitu banyak pengamen, pengemis, mulai dari anak ingusan (beneran ngeluarin ingus lho...=/) sampai kakek-kakek yang mungkin uda terserang Osteoatritis atau mungkin demensia. Kembali ke kisah bocah tadi, ia berpapasan dengan segerombol pengamen yang baru selesai melaksanakan tugas "mulianya" menghibur orang yang lagi ngantuk di angkot, yang sedang membanting sesuatu ke jalan. Penasaran ni si bocah, dalam benaknya "Apa ya yang dilempar?"

Meliriklah sang bocah yang kepanasan ini..."Eits, uang Rp 50,00 rupanya..."

Hmm...hawa-hawa bingung menyeruak di kepala sang bocah, ia penasaran kenapa uang itu dibuang? Sudah tidak bernilaikah? Atau mereka sudah mempunyai uang begitu banyak hingga membuang"uang? Lalu jika uangnya uda banyak kenapa masih capek"ngamen?

Enam tahun sang bocah belajar, memutar otak, menguras tenaga, menyimpan begitu banyak tangya di hati, memupuk begitu banyak asa di kalbu, bahkan hidup dengan begitu banyak penyesalan tentang kesalahan yang diperbuatnya selama pendidikan dengan mengorbankan nyawa orang. Aargh...sang bocah bingung! Lelah dengan hati yang semakin mati, tak bereaksi ketika Izrail sedang mencabut nyawa yang lain...

Untuk apa semua itu? Jika ternyata banyak orang dengan mudahnya membuang 2 keping uang yang akan ia cari setelah 6 tahun mengenyam pendidikan (he...tapi ntar bermiliar-miliar keping, buat investasi surga=p). Padahal ketika ia bergulat dengan bisturi, depper, chromic, nylon, di saat yang sama pengamen sedang memaki dan membuang kepingan uang yang begitu bnayak orang cari, termasuk dirinya...

Aah...sang bocah kembali berpikir, tidak hanya untuk itu ia berlelah-lelah, tapi demi sebuah kepercayaan dari Yang Maha Dipercaya bahwa Insya Allah, ada kebaikan di setiap hembusan nafas, setiap kedipan mata, setiap sinaps yang berloncatan di sel-sel sarafnya, setiap gerakan tangannya... Insya Allah, jika niat selalu diluruskan, jika azzam selalu diperkuat...

Ayo semangat bocah!!! =D

Tidak ada komentar: